Jika ditanya apakah kita masih memiliki rasa malu? Maka jawabannya tidak perlu diragukan bahwa masing-masing dari kita masih menyimpan rasa malu. Entah malu karena belum mandi, atau malu keluar rumah karena belum bayar hutang, atau malu dari hal lain yang manusiawi. Namun, ada rasa malu yang menjadikan seorang mulia tatkala menghiasi diri dengannya. Rasa malu yang ketika seorang berperangai dengannya akan menjadikan kedudukannya mulia. Yaitu rasa malu kepada Allah azza wajalla.

Rasa malu yang satu ini justru menumbuhkan keinginan untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah. Baik dengan cara melakukan ketaatan kepada-Nya atau meninggalkan maksiat kepada-Nya. Karena ia yakin bahwa Allah senantiasa mengawasinya di kala sendiri maupun ramai. Senantiasa melihat apa yang ia tampakkan dan apa yang disembunyikan.

Malu yang mulia ini akan tumbuh dengan tiga hal :

Pertama, Menghayati nikmat Allah kepada kita yang melimpah.

Kedua, Menyadari bahwa pemenuhan hak-Nya dalam diri kita masih sangat kurang  baik dalam melaksanakan ketaatan maupun menjauhi larangan-Nya.

Ketiga, Menyadari bahwa Allah senantiasa mengawasi gerak gerik kita di manapun dan kapanpun kita berada.

 

Disadur dari : al-badr.net

 

| Disusun & Dipublikasi oleh Tim Ilmiah Elfadis 

Tanggal :  03 Rajab 1441 H

________________

Silahkan bergabung dan mendapatkan tulisan, audio, video serta jadwal kajian Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah di :

 

Facebook           :

 Syafiq Riza Basalamah Official /  https://www.facebook.com/SyafiqRizaBa...

 

Instagram            :

 Syafiq Riza Basalamah Official 

 

Twitter    : 

 Syafiq Riza Basalamah Official @ustadzsyafiq

 

Telegram : 

  Syafiq Riza Basalamah Official / @SRB_Official

 

Website   : 

   http://syafiqrizabasalamah.com/