Dikata dunia umpama ladang, yang sebelum bersemai dedaun-tumbuhan, ia hanya hempasan tanah lapang, kemudian hijau indah dan rindang, namun hijaunya berbatas, adakalanya hijau nya tumbang menguning layu dan membusuk gersang. Sebagaimana Allah firmankan dalam Al-Quran :

 

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ - 57:20

"Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur".

Kehidupan dunia tak selalu indah, pun tak selamanya dalam penderitaan, begitulah dunia dengan segala ketidaksempurnaannya. Lihatlah keindahan dunia, sifatnya terbatas, untuk menggapainya pun seseorang harus rela mengorbankan banyak hal. Pendaki yang mengharapkan sunrise indah diatas awan, dia harus merelakan waktu nya berhari-hari melakukan perjalanan kaki untuk mencapai puncak, memakan makanan yang kurang bergizi, bermalam di tenda dingin, berharap cemas agar cuaca bersahabat, menunggu hingga malam tiba kemudian melanjutkan perjalanan dengan pekatnya malam, hanya demi mencapai puncak dan menikmati momentum matahari terbit yang terhitung dalam menitan waktu saja. 

Begitupula dengan makanan lezat yang ada di dunia. Lambung akan membatasi kelezatannya dengan penuh nya wadah tampung. Atau efek makanan lezat itu sendiri yang akhirnya menyebabkan kita tidak bisa berpuas-ria menyantap makanan tersebut sesuka hati, kelezatan kepiting dan kari kambing misalnya. Sebegitu tidak sempurnanya dunia ini. Karena jika dunia ini sempurna untuk apa Allah ciptakan surga?

| Disusun & Dipublikasi oleh Tim Ilmiah Elfadis 

Tanggal : 21 Rabi'ul Akhir 1441 H

 

 

______

.Follow dan support akun kami :

 

? Web | lorongfaradisa.or.id

? Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCodayMWz3OkBrzliF87YoOw.

? Telegram : @lorongfaradisa.

? Instagram : Instagram.com/elfadis__

? Facebook : facebook.com/lorongfaradisa.

___

Share agar lebih bermanfaat